Ekologi Tanaman

 

Pada prinsipnya ditinjau dari biologi, makhluk hidup dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu, hewan dan tumbuhan. Kedua kelompok ini sangat tergantung kepada faktor-faktor yang ada di luar dirinya baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Dengan kata lain tidak ada satu makhluk hidup pun di dunia ini yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung dengan faktor lainnya. Faktor luar yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup ini disebut dengan lingkungan.

Dari penjelasan ini dapat dilihat ternyata ekologi merupakan ilmu yang cakupannya amat luas. Bagaimana reaksi dari organisme atau individu atau kelompok individu terhadap lingkungan atau sebaliknya juga dipelajari dalam ekologi. Dengan kata lain, Ekologi Tanaman adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman (tumbuhan yang dibudidayakan) dengan lingkungannya. Lingkungan hidup tanaman dibagi atas dua kelompok yaitu lingkungan biotik dan abiotik.

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah rumpun bidang keahlian yang membahas tentang ekologi tanaman mulai dari siklus energi, lingkungan abiotik, seperti: radiasi matahari, air, suhu, angin dan kondisi atmosfir, serta faktor tanah dimana akar tanaman tumbuh dan menyerap air serta unsur hara, maupun faktor biotik yang berupa organisme lain sejenis atau yang berlainan jenis yang berinteraksi dengan tanaman budidaya. Mata kuliah ini berusaha sejauh mungkin untuk mendekatkan konsep atau teori yang berhubungan dengan ekologi tanaman dengan kenyataan di lapang dengan menggunakan berbagai contoh kasus yang ditemui di lapangan.

Berdasarkan uraian di atas, maka mata kuliah ini bermanfaat bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan lingkungan dalam rangka kegiatan produksi tanaman sehingga tanaman yang dikelola dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil sesuai dengan potensi tanaman yang diusahakan.

Mata kuliah ini mempunyai bobot 3 sks dengan rincian 2 sks kuliah dan 1 sks praktik.     Perkuliahan ini diampu oleh 3 (tiga) dosen yang akan memberikan materinya sebanyak 14 kali tatap muka selama 1 semester. Adapun yang dimaksud 2 sks kuliah artinya 2 jam tatap muka per minggu, sedangkan praktik 1 sks artinya 1 kali tatap muka selama 2 jam per minggu.   Kegiatan praktikum ekologi tanaman dilakukan melalui perkenalan lingkungan biotik maupun abiotik di sekitar tanam, menguji pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi (biotik maupun abiotik) yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman dengan menganlisa secara sederhana.

Untuk menunjang pemahaman teori, silakan mencari referensi baik buku-buku di perpustakaan maupun bisa dari internet.

Nilai akhir dari mata kuliah ini gabungan antara teori dan praktik.  Nilai teori diperoleh dari hasil evaluasi baik UTS maupun UAS yang mempunyai kedudukan yang sama.  Artinya nilai teori merupakan rata-rata UTS dan UAS.  Adapun nilai praktik terdiri dari aktifitas praktik, tugas-tugas dan laporan.  Nilai akhir merupakan gabungan antara nilai teori dan praktek dengan perbandingan 40% teori dan 60% praktik.