Alat Mesin Pengolahan Benih

  • Pengampu MK
  • Ir. Muchamad Bintoro, MP |
  • Ir. Hari Prasetyo, MP |

Alat dan mesin pertanian adalah berbagai alat dan mesin yang digunakan dalam usaha pertanian, termasuk di dalamnya adalah alat dan mesin pengolahan benih.  Pengelompokan penggunaan istilah alat dan mesin pertanian tidak lepas dari definisi dari alat dan mesin itu sendiri. Perbedaan mendasar antara alat dan mesin adalah, mesin memiliki poros yang berputar, sedangkan alat tidak.

Mata kuliah ini akan membahas alat dan mesin yang berhubungan dengan produksi benih sampai pasca panen atau pengolahan benih.  Produksi benih dimulai dari lahan produksi benih sampai pasca panen atau pengolahan biji dengan produk akhir berupa benih yang siap untuk digunakan sebagai bahan tanam atau disimpan untuk keperluan musim tanam berikutnya.  Adapun alat dan mesin yang berkaitan dengan produksi benih di lahan terdiri dari alat mesin pengolahan tanah, alat mesin pemeliharaan tanaman, dan alat mesin panen.  Sedangkan alat mesin yang berhubungan dengan pengolahan biji menjadi benih terdiri dari alat mesin perontokan, alat mesin pengeringan, alat mesin pembersihan, alat mesin pemilahan, alat mesin perlakuan benih, dan alat mesin pengemasan benih. Dalam mata kuliah ini juga akan dibahas alat mesin pengolahan benih dari sisi manajemen, bagaimana memilih alat mesin yang tepat, menghitung efisiensi penggunaan alat mesin, serta menghitung nilai susut suatu alat. Pada bagian akhir dari perkuliahan akan dibahas tentang tata letak pabrik sehingga proses pengolahan bisa berjalan dengan efisien dan efektif. Mata kuliah ini mempunyai bobot 3 sks dengan rincian 2 sks kuliah dan 1 sks praktik.    

Perkuliahan ini diampu oleh 3 (tiga) dosen yang akan memberikan materinya sebanyak 14 kali tatap muka selama 1 semester. Adapun yang dimaksud 2 sks kuliah artinya 2 jam tatap muka per minggu, sedangkan praktik 1 sks artinya 1 kali tatap muka selama 2 jam per minggu.   

Kegiatan praktikum ekologi tanaman dilakukan melalui perkenalan lingkungan biotik maupun abiotik di sekitar tanam, menguji pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi (biotik maupun abiotik) yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman dengan menganlisa secara sederhana. Untuk menunjang pemahaman teori, silakan mencari referensi baik buku-buku di perpustakaan maupun bisa dari internet. Nilai akhir dari mata kuliah ini gabungan antara teori dan praktik.  Nilai teori diperoleh dari hasil evaluasi baik UTS maupun UAS yang mempunyai kedudukan yang sama.  Artinya nilai teori merupakan rata-rata UTS dan UAS.  Adapun nilai praktik terdiri dari aktifitas praktik, tugas-tugas dan laporan.  Nilai akhir merupakan gabungan antara nilai teori dan praktek dengan perbandingan 40% teori dan 60% praktik.

Informasi Mata Kuliah

Pengampu MK

Ir. Muchamad Bintoro, MP

Ir. Muchamad Bintoro, MP

Ir. Hari Prasetyo, MP

Ir. Hari Prasetyo, MP